Sehat Nabawi Gejala, Diagnosis dan Saran Pengobatan Batu Empedu

SehatNabawi – Pengalaman teman kami seorang dokter, yang telah menjalani operasi batu empedu, menuturkan, intinya adanya batu empedu karena pola makan yang salah selama ini. Inspirasi sehat Nabawi bagi kita yaitu “makan, minumlah, dan jangan berlebihan (wala tusrifu), sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS Al-A’raf/7, 31)

Secara medis melanjutkan tulisan sebelumnya, Sehat Nabawi Waspada Batu Empedu Karena Pola Makan yang Salah. Berikut kami posting, Gejala, Diagnosis dan Saran Pengobatan Batu Empedu.

Gejala Batu Empedu

Batu empedu umumnya tidak menyebabkan penyakit. Gejala dapat muncul jika batu ini menyumbat saluran kantong empedu atau saluran pencernaan lainnya. Gejala utama yang biasanya dialami adalah sakit perut yang datang secara tiba-tiba atau disebut dengan kolik bilier.

Rasa sakit ini dapat terjadi pada beberapa bagian perut. Di antaranya adalah bagian tengah, atas, atau kanan perut. Rasa sakit ini juga bisa menyebar ke sisi tubuh atau tulang belikat. Tanda-tanda sakit perut ini juga bervariasi, misalnya:

Dapat muncul kapan saja
Dapat berlangsung selama beberapa menit sampai berjam-jam.
Tidak akan berkurang meski sudah ke toilet, kentut, atau muntah.
Frekuensi kemunculannya jarang tapi bisa dipicu oleh makanan dengan kadar lemak yang tinggi.

Jika batu empedu menyebabkan penyumbatan pada salah satu saluran pencernaan, gejala-gejala berikut dapat muncul:

  • Sakit perut yang terus-menerus atau selalu kembali.
  • Demam tinggi.
  • Sakit kuning
  • Detak jantung yang cepat.
  • Gatal-gatal pada kulit.
  • Diare.
  • Linglung.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Rasa sakit pada pundak.
  • Penting bagi Anda untuk mewaspadai kolik bilier walau gejalanya terasa sepele dan tidak konsisten. Segera periksakan diri Anda ke dokter jika Anda mengalami sakit perut hebat yang berlangsung lebih dari delapan jam, sakit kuning atau demam.

Diagnosis Batu Empedu

Jika merasakan gejala-gejala yang mengindikasikan terjadinya komplikasi, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Sebagai langkah awal, Anda akan menjalani pemeriksaan fisik. Kantong empedu berada di bagian kanan atas perut. Pasien akan diminta menarik napas, kemudian dokter akan menekan bagian kanan atas perut. Jika terasa sakit, kemungkinan terdapat peradangan pada kantong empedu.

Jika terbukti demikian, tes lanjutan akan dianjurkan dokter untuk memastikan tingkat keparahan peradangannya.

Tes darah

Tes darah bisa dilakukan untuk memeriksa apakah terjadi infeksi atau untuk memeriksa fungsi hati pasien. Fungsi hati akan terganggu jika ada batu empedu yang berpindah ke saluran empedu. Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan enzim lipase dan amylase apabila terdapat tanda-tanda terjadinya pankreatitis. Kadar kedua enzim tersebut umumnya akan meningkat tiga kali lipat pada pasien pankreatitis akut.

USG

Jenis USG yang akan Anda jalani sama dengan tes USG untuk memeriksa kehamilan. Tetapi USG akan diarahkan ke bagian perut atas.

MRI scan

Proses pemindaian yang mendetail ini dilakukan untuk memeriksa keberadaan batu empedu di dalam saluran pencernaan.

CT scan

Jika pasien mengalami sakit perut hebat, jenis pemindaian ini dapat digunakan sebagai pemeriksaan darurat dalam proses diagnosis. CT scan juga digunakan untuk memeriksa apakah terjadi komplikasi akibat batu empedu, misalnya pankreatitis akut. Namun, metode pemindaian ini tidak memberikan hasil sebaik dengan MRI scan.

Kolangiografi

Kolangiografi dilakukan untuk memeriksa keberadaan batu di dalam saluran pencernaan termasuk saluran empedu. Pemeriksaan dengan kolangiografi menggunakan sejenis tinta yang disuntikkan ke dalam aliran darah pasien. Dengan tinta ini, saluran pencernaan dapat dipelajari setelah gambar X-ray diambil. Jika saluran empedu berfungsi dengan baik, tinta yang terserap akan berhasil mengalir ke dalam hati, saluran empedu, usus, dan kantong empedu.

Mengonsumsi Minyak Zaitun

Dilansir dari laman WebMD, penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumsi minyak zaitun sekitar 2 sendok makan sehari dapat menurunkan risiko Anda terkena batu empedu.

Ya, para peneliti telah menemukan bahwa orang-orang yang rutin mengonsumsi minyak zaitun berisiko lebih rendah terkena penyakit batu empedu. Senyawa yang terkandung dalam minyak zaitun terbukti membantu mengurangi kadar kolesterol dalam darah dan kandung empedu.

Inspirasi Sehat Nabawi

Makan dan minum tidak berlebihan, rutin berolah raga, istirahan yang cukup, dan jangan lupa hati agar selalu bahagia! Ditambah rajin mengkonsumsi MINYAK ZAITUN
“Makan, minumlah, dan jangan berlebihan (wala tusrifu), sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” (QS Al-A’raf/7, 31)

Saran Medis

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Referensi :
Al-Quran
As-Sunah
www.alodokter.com
www.hellosehat.com

admin

SehatNabawi - Meneladani Inspirasi Sehat Nabawi. Kontak kami: admin@sehatnabawi.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *